Pertama Kali Jadi MC

                Hi guys!!

                Kayak udah lama gitu aku gak muncul di blog ini, terakhir awal bulan kemarin ya. Karna emang ada sesuatu yang buat aku jadi males buka. Tapi sekarang I’m back dan bakal aku usahain supaya lebih rajin update. Bulan Februari sampek April ini buat pusing kepala pokoknya, banyak banget yang dipikirin, tugas numpuk and others problem too.

                Dan sekarang aku mau cerita nih. Tanggal 5 April kemarin temenku baru aja buat party untuk ulang tahunnya yang ke- 17. Aku juga bantu-bantu nyusun acara dan dekor tempatnya sama temen-temen yang lain. Capek banget sebenernya, mana acara molor gara-gara hujan juga si tuan putrinya dateng telat gak sesuai rundown. But over all sih acaranya lancar meskipun ada beberapa  kegiatan yang harus dihapus.

                Nah, sebenernya kita udah ada si MC nya sendiri, tapi gara-gara yang pegang jadwal acaranya aku, aku ngikut si mbaknya kemana-mana kayak asistennya gitu. Pas mbaknya buka acara, itu gak tau tiba-tiba kepingin pegang mic juga akunya, akhirnya ikut-ikutan ngomong pake mic itu. Namanya pemula yah jadi bahasanya absurd gitu, tapi seru juga jadi MC.

                Setiap mbaknya ngomong pasti kayak aku sela gitu, lagi semangat soalnya. Pas di akhir acara mbaknya pulang duluan gara-gara ada janji sama orang lain dan itu acara diserahin ke aku. PD aja sih sebenernya, aku udah siapin semua kata-kata yang pingin aku omongin nantinya buat penutup. Pas maju ngomong, you know nobody listened me nor looked at me like “  what the fuck guys  I’m standing here and telling you these and those but y’all busy with your own “

                Bukan sedihnya sih, tapi malunya. Apalagi ada yang bilang ke aku pas udah end acaranya, katanya ada yang ngetawain gara-gara aku cadel. Gila malu parah! Tapi kalau dipikir-pikir dan ditawarin buat jadi MC for the twice times, why not?? Pengalamannya itu berharga banget, untuk bisa berani maju kedepan dan ngomong satu kata itu tadinya susah banget buat aku, tapi setelah coba malah ketagihan dan lucu aja bisa berinteraksi sama semua orang dengan aku yang jadi pusatnya gitu.


                Semua hal kalau gak dicoba itu kita gak bakal tau gimana-gimananya, barulah pas udah dicoba kita tau sensasinya dari yang kita pikir kayaknya gak cocok sama kita tapi ternyata malah jadi kesenangan sendiri. I’m saying truth, aren’t I?

COFFEE TALK : Me vs. Ambivert


 Hello guys!!

                Special for this article, I’m gonna use English as well cause idk I just in my mood right now(the time when writing this). And guys here I will tell you about my story, if I’m not wrong I’ve told you in my previous article which said that I’m an Ambivert. Yeah! Its true. I’m categorizing myself as an ambivert based of what I’ve done and felt over anything. Lets start talking about it then…..

                Ambivert is a condition between introvert and ekstrovert. Ambivert isn’t an option when you’ve tired of being so cheerful and humorist in front of people or when you’ve disappointed because always sit there and stand to shut up your mouth of anything that burning your heart. No!! being ambivert isn’t that easy guys, I need to know the right time to be hyper and uncommunicative. Emotion control extremely needed.

                “Hey, that girl looks cold I don’t think she’s a nice girl. I bet she’s no fun at all. Just looking by her poker face, I can describe all”

                Sometimes many people will have that first impression to me. In real life I often do poker face, what I think in my brain is why I need to say ‘hi’ to people that actually won’t say ‘hi’ back to me, so do smile. Actually that poker face is fake, I just need to look as strong as rock. I usually can’t communicate well with someone that cold like me. I need someone that cheerful, it will help me more socialable.

                But guys, if you have known me well you can see my ekstovert side. I usually just show those to anyone that in ‘friend’ with me. Ask all my friends, I’m so hyper in class and can’t stand still. There are many things that I do and I can’t save all my secrets by myself so I always share with everyone. I scream, dance, even roll on the floor. Can you figure it, from cold to crazy? That’s me with my ambivert.

                What I want tell you is please stop thinking that being ambivert is so exciting because you can feel introvert and ekstrovert in one. No at all! You will feel the pressure of being so greedy because having both feels. Just be yourself, everything has positive and negative side. Don’t change yourself.

INSTAGRAM TALK : [PLANOLY] Aplikasi Untuk Menata Feed Instagram


Hello guys!

Balik lagi setelah sekian lama aku gak ngomong soal Instagram di blog ini. Kali ini aku akan membahas sekaligus memberi review aplikasi favorite aku untuk menata gambar sebelum di posting di Instagram.

Aku tau aplikasi ini dari salah satu artikel vlogger American. Sebelumnya aku masih ragu sama ini aplikasi. Tapi setelah lihat video dari Jasmine Rossol, akhirnya aku tertarik untuk download Planoly.

Cara pakainya juga tergolong mudah, kalian tinggal upload gambar-gambar dari galeri ke home planoly. Nah, disana nanti kalian tata aja gambar-gambarnya sesuai dengan yang kalian pingin. Dan kalian bisa buat jadwal tuh, gambar ini bakal di post tanggal sekian. Jadi nanti Instagram home kalian bisa kelihatan rapi gitu dilihat.

Tapi aplikasi ini makan tempat banyak banget di hp. Selain itu, juga habisin banyak kuota. But over all, I really recommend this app as well. It works so easy and useful. Jadi ini cocok banget buat kalian yang suka ganti - ganti feeds Instagram.